Beranda COMMUNICATION ACADEMY Tips Menjadi Penyiar Radio yang Baik

Tips Menjadi Penyiar Radio yang Baik

Menjadi seorang Announcer/Penyiar adalah pekerjaan impian kebanyakan orang. Karena banyak peminat, sehingga kompetisinya tinggi. Untuk bisa menjadi seorang penyiar di sebuah station radio, biasanya kamu harus mengikuti interview/audisi yang diikuti banyak sekali pelamar

Dari sekian ratus pelamar itu, bagaimana sih agar kamu yang diterima? apa ya modal untuk menjadi seorang penyiar? bakatkah? atau kesempatan?

Membuat surat lamaran

Untuk memulai proses menjadi seorang penyiar, layaknya melamar pekerjaan maka akan diperlukan membuat sebuah ‘lamaran pekerjaan’. Buatlah surat lamaran yang ‘kreatif’, tak perlu sampe berlembar-lembar. Cantumkan prestasi yang dimiliki, foto yang menarik, dan sample voice jika diminta.

Membuat sample voice bisa gunakan software Cool Edit/Adobe Audition, install saja di laptop dan rekam suara pakai microphone lalu save ke format mp3. Atau kamu juga bisa merekam menggunakan aplikasi recorder di smartphone.

Agar kemungkinan diterima, sebaiknya ketika membuat sample voice pelajari dulu “gaya siaran” radio yang akan dilamar. Ikutilah gaya siaran itu.

Suara adalah anugerah, walau nanti akan mendapat pelatihan dari station radio ybs kalau sudah diterima; paling tidak kamu sudah memiliki speed, intonasi & aksentuasi yang baik.

Saat sesi wawancara, tampil lah PeDe namun wajar. Kamu mungkin akan diminta bergaya siaran seperti sesungguhnya, karena itu persiapkan diri sebaik-baiknya. Selain itu biasanya ada ujian tulis, tentang pengetahuan seputar radio ybs plus menulis satu script siaran sederhana dari satu info.

Hindari bergaya alay dan lebay, baik mulai membuat surat lamaran hingga sesi wawancara, kecuali kamu ingin masuk kotak, alias tereliminasi. Gaya alay dan lebay ini terutama kelihatan pada gaya bicara, berpakaian, atau tulisan. Tampilkan karakter diri secara wajar.

Masa training

Setelah diterima, biasanya kamu akan mulai menjalani masa training 1-2 minggu sebelum di lepas siaran sesungguhnya. Pada masa training kamu akan diajari bagaimana teknik siaran, membuat script, latihan vokal, hingga mengoperasikan alat-alat siaran di studio.

Saat siaran di depan microphone, jangan bayangkan banyak orang yang mendengarkan kamu. Berbicaralah seperti kepada satu orang seolah dia adalah sahabat kamu. Durasi voice ideal saat siaran adalah 60 detik, jika kamu terlalu lama berbicara pendengar malah akan bosan dan bisa mengganti channel.

Sebagai penyiar, selalu lah memperbaharui wawasan dengan rajin baca koran, majalah, situs berita, media sosial, dan semua platform informasi sesering mungkin. Kamu juga harus memiliki kemampuan bahasa Inggris, paling tidak kamu mampu mengucapkan nama penyanyi dan judul lagu berbahasa Inggris/asing lainnya dengan fasih. Salah mengucapkan sesuatu, apalagi berbau bahasa asing saat kamu sedang siaran hanya akan membuat pendengar mengganggap kamu tolol.

Persiapan siaran

Disiplin sangat penting sebagai seorang penyiar. Datanglah minimal 15 menit sebelum jam siaran kamu. Saat akan siaran, sebelumnya persiapkan bahan-bahan informasi apa saja yang akan kamu sampaikan di udara. Biasanya berbentuk script tertulis.

Secara tidak sadar, sebagai penyiar kamu akan dianggap selebriti yang sekecil apapun setiap omongan kamu akan mempengaruhi pendengar. Maka dari itu, hati-hati dengan apa yang kamu ucapkan di udara.

Jika ada pendengar galau curhat dan kamu menyuruhnya bunuh diri kemungkinan dia akan mengikutinya. Persiapkan mental dan diri kamu untuk menghadapi fans yang mungkin tingkahnya aneh-aneh dan bahkan ada yang ‘freak’.

Persiapkan diri untuk sesuaikan ritme biologis sesuai shift kamu; bisa jadi kamu dapat jadwal siaran pagi sekali atau bahkan malam sekali. Kadang siaran tidak mengenal hari libur, saat orang lain libur kamu malah bekerja siaran bahkan di hari-hari besar sekali pun. Siapkan diri hadapi saat-saat seperti itu.

Jaga attitude! kamu tidak akan disukai walau kamu sangat jago siaran tapi attitude kamu jelek, sudah pasti kontrak kerja kamu  tidak akan diperpanjang.

Dalam menulis script siaran perhatikan unsur 5W + 1H tentunya dengan bahasa radio. Pastikan script kamu dalam bahasa “bercerita” kepada pendengar. Radio is about ‘Theatre of Mind’, kamu harus bisa menggambarkan sebuah situasi dengan membuat pendengar bisa membayangkan terjadinya sebuah peristiwa hanya dari cerita kamu.

Mengobrol on-air terlalu lama dengan seorang pendengar di telepon, mungkin menyenangkan bagi kamu. Tapi tidak bagi pendengar, karena mungkin banyak juga pendengar yang antri di line telepon. Jangan pernah bawakan mood ketika siaran, saat siaran kamu harus tampil ceria apa pun masalah yang mungkin sedang kamu hadapi saat itu.

Carilah variasi kata-kata setiap kamu siaran. Baik saat Opening, VO, maupun Closing sehingga pendengar tidak menjadi bosan. Jangan lupa setiap VO sebutkan ‘station call’ kamu yaitu frekuensi dan nama radio agar pendengar tahu radio apa yang sedang di dengarkannya.

Hati-hati berbicara ketika siaran, terutama yang menyangkut isu SARA dan jangan ‘menggurui’ pendengar dan mengganggap kamu yang paling pintar. Perhatikan juga soal kode etik dan pedoman perilaku siaran dari Komisi Penyiaran Indonesia.

Komentar Via Facebook

4 KOMENTAR

  1. Dulu saat masih sekolah rajin mendengar radio di kelas saat jam istirahat. Keinginan jadi penyiar radio pun muncul bang, kirain cukup cakap aja udah selesai. Ternyata banyak gini juga yang harus diperhatikan agar lebih profesional ya bang. Sekarang uda ketuaan mau coba audisi jadi penyiar.hehehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here