Beranda HOT NEWS Sukses Membangun Bisnis Media Berbasis Digital

Sukses Membangun Bisnis Media Berbasis Digital

Agoez Perdana adalah salah satu contoh anak muda Medan yang sukses berbisnis media berbasis digital mulai dari nol. Dengan konsistensi dan strategi yang tepat, Agoez yang kini adalah pendiri dan pemilik salah satu portal berita dengan pembaca terbanyak di Sumatera Utara, KabarMedan.com.

Perkenalan Agoez dengan dunia jurnalistik dimulai pada tahun 2003, ketika ia merintis karir menjadi penyiar di sebuah radio swasta di Medan. Di tahun 2009, lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka ini mulai berfikir untuk hijrah ke media online.

“Saya awalnya pernah bikin portal berita pada tahun 2009 tapi gagal. Akhirnya tahun 2012 mulai merintis portal KabarMedan.com dan alhamdulillah bisa survive sampai sekarang,” tuturnya.

Strategi Awal

“Kesulitan di awal adalah meraih kepercayaan advertiser. Awalnya klien itu tidak memandang, lumayan kalo dipandang sebelah mata, ini tidak dipandang sama sekali. Itu saya alami di tahun-tahun pertama. Ketika kita coba tawarin kerjasama, banyak yang tak memandang. Dengan strategi branding serta promosi, plus penguatan konten, alhamdulillah mulai tahun ke-2 klien mulai yakin untuk berpromosi di kita, pasang iklan,” paparnya.

Agoez menjelaskan, strategi awal branding KabarMedan.com adalah menjadi media partner dari hampir semua event yang ada di Kota Medan.

“Lumayan dapat promosi gratis, logo naik dimana-mana. Kemudian ini membuat brand kita tak hanya dikenal secara online tapi juga secara offline,” sebutnya.

Selain event partnership, pria berkacamata ini juga mengajak kerjasama dalam bentuk media partner seperti dengan majalah dan surat kabar. Selanjutnya yang diseser Agoez adalah segmentasi pembaca. Dari segi konten, KabarMedan.com sekitar 80% kontennya lokal Sumatera Utara, dan 20% nasional.

“Kalo bicara di Medan, pasti sudah ada banyak portal berita sejenis. Tapi kami coba mengambil segmentasi bisnis dan gaya hidup dengan segmentasi pembaca adalah eksekutif muda dengan rentang usia 20-40 tahun,” jelasnya.

“Setelah kami survei, di Sumatera Utara belum ada satu portal khusus bisnis dan gaya hidup, terutama di Medan. Segmentasi pembaca ini nantinya juga berpengaruh ke produk apa yang mau beriklan di media kita,” lanjutnya.

Menyoal Legalitas Sebuah Media

Agoez menjelaskan, di zaman sekarang, membuat media online cukup gampang. Cukup dengan membeli domain dan hosting. Namun berdasarkan Undang-undang Pers No. 40/1999, subyek media itu harus berbadan hukum.

“Kalo zaman rezim orde baru dulu, ada Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) namanya, jadi setiap media harus kantongi itu. Saat masuk era reformasi gak perlu itu lagi. Kalo dari Dewan Pers, subyek media itu harus berbadan hukum, bisa itu berbentuk PT (Perseroan Terbatas), Yayasan, atau Koperasi,” papar CEO PT Kabar Medan Global yang menaungi badan hukum portal berita KabarMedan.com ini.

Langkah selanjutnya adalah verifikasi administrasi dan faktual dari Dewan Pers terhadap legalitas media tersebut.

“Untuk KabarMedan.com saat ini sudah terverifikasi administratasi dan faktual oleh Dewan Pers Indonesia,” jelasnya.

Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial

Sosmed itu efektif, murah, dan cenderung bisa gratis, ideal untuk berpromosi. Menurut Agoez, media sosial seperti instagram, facebook, youtube, bisa diintegrasikan dengan media online sehingga menjadi salah satu sarana promosi atau interaksi dari media online tersebut.

“Jika dulu dikatakan kemunculan media online bisa memberi informasi dengan cepat, sosmed bisa lebih cepat. Jadi buat kami pemilik portal berita online ini sebuah tantangan. Kita tidak bisa bermusuhan dengan teknologi, harus dimanfaatkan. Namun yang harus digarisbawahi adalah sosmed bukanlah produk jurnalistik,” tegas Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan ini.

Agoez menambahkan, kepada anak muda yang ingin mulai berwirausaha, atau ingin menjadi pengusaha, kunci utamanya adalah jangan terlalu banyak teori

“Langsung terjun aja jadi pengusaha, jangan banyak berteori, akhirnya gak jadi-jadi. Setelah kita jalanin usaha di situ baru bisa kita evaluasi kelemahan kita,” tambahnya.

Satu lagi, lanjut dia, kalau mau jadi pengusaha ya bergaulnya harus sama pengusaha. Jangan sama karyawan lagi.

“Kalau sama karyawan pasti ceritanya cuma sekedar masalah di kantornya, masalah dengan bosnya. Sedangkan kalau bergaulnya sama pengusaha kan bisa diskusi dan belajar langsung, serap ilmunya,” tutupnya.

Sumber : MHM.ASIA

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here