Beranda OPINI

Ketika Produsen Hoaks Bertemu dengan Konsumen Hoaks

Hai orang-orang yang beriman, jika datang padamu, orang fasiq membawa kabar berita maka bertabayyunlah (periksalah dengan teliti!) agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (QS Al-Hujurat : 6)

Di era tsunami informasi saat ini, penyebaran sebuah informasi sangat cepat bahkan sudah tersaji saat peristiwa nya masih terjadi.

Adanya fitur “Share/Bagikan” di media sosial dan berkumpulnya banyak orang dalam sebuah WhatsApp Grup, membuat tak ada ruang jeda lagi bagi sebuah informasi untuk bisa sampai ke gawai semua orang.

Bagi sebagian orang, ketika mendapatkan sebuah informasi mungkin beranggapan bahwa dia lah yang paling pertama mendapat informasi itu dan harus segera membagikannya saat itu juga ke semua orang.

Kelatahan ini membuat para produsen hoaks (kabar bohong) seolah semakin mendapatkan konsumen atas hoaks yang mereka produksi, tak perduli isi hoaks nya apakah untuk sebuah propaganda politik mau pun sekadar iseng dengan motif ekonomi dan materi.

Lalu, apakah anda mau terus menerus menjadi konsumen hoaks, sementara produsen hoaks menikmati hasil nya?

Bagaimana cara membasmi hoaks? selalu lakukan prinsip CEK FAKTA ketika mendapatkan informasi apa pun itu.

Prinsip #cekfakta adalah mencari dulu kebenarannya baru share, bukan share dulu baru mencari kebenarannya.

Karena kebanyakan orang membagikan dulu informasinya, kemudian entah dengan alasan apa berharap orang lain mengklarifikasinya; yang biasanya tidak jauh klarifikasi bahwa informasi yang dibagikan tersebut hanya lah hoaks belaka.

Lantas, apa bedanya dengan anda membuang kotoran di tengah jalan dan berharap orang lain akan membersihkannya?

Carilah kebenaran dari sumber yang kredibel dan terpercaya, bandingkan hasilnya dengan sumber kredibel dan terpercaya lain untuk second opinion menguatkan faktanya.

Gunakan search engine, bacalah media yang kredibel dan terpercaya, bertanyalah kepada ahli di bidangnya. Jangan biarkan otak anda mencerna bulat-bulat informasi apa pun, karena akibatnya anda akan mudah untuk dikendalikan dan dimanfaatkan oleh siapa pun yang berkepentingan.

Kadang kebenaran tidak selalu sejalan dengan apa yang kita yakini, kadang apa yang kita anggap benar bisa jadi salah, begitu juga sebaliknya.

Kadang ada kebenaran murni, kadang ada kesalahan murni, kadang ada pula kebenaran yang bercampur kesalahan.

Ingatlah nanti di akhirat, selain mulut; jari dan jempol juga akan mempertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT tentang semua hal yang pernah kita share selama hidup.

Untuk itulah Allah SWT memberikan akal kepada kita, agar kita menjadi manusia yang selamat dengan ilmu.

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here