Beranda HOT NEWS

Google News Initiative Latih Jurnalis Aceh Tangkal Hoaks

BERBAGI
Agoez Perdana sedang membawakan materi.

ACEHKITA.COM — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Google News Initiative dan Internews menyelenggarakan pelatihan bertema Google News Initiative Training Network di Banda Aceh, 15-16 September 2018.

Pelatihan yang diikuti oleh 25 jurnalis dari berbagai media massa di Banda Aceh itu dipandu oleh dua pemateri yang tersertifikasi oleh Google News Initiative, yaitu Agoez Perdana (Editor In Chief KabarMedan.com) dan Hotli Simanjuntak, Fotografer European Pressphoto Agency (EPA) di Aceh.

Ketua AJI Kota Banda Aceh, Misdarul Ihsan, saat membuka pelatihan tersebut, menyebutkan pelatihan tersebut digelar kepada jurnalis agar bisa memaksimalkan penggunaan perangkat (tools) yang telah disediakan oleh Google sebagai alat untuk memverifikasi kebenaran sebuah berita di dunia maya (false news, fake news dan hoax).

Jurnalis di Banda Aceh, sebutnya, sudah harus mulai mengantisipasi seiring maraknya penyebaran berita hoaks atau berita tidak benar. Apalagi pada tahun depan akan berlangsung pemilu serentak 2019 yang diperkirakan bakal bermunculan berita-berita hoaks dalam bentuk kampanye hitam atau black campaign.

“Kegiatan ini merupakan program Google untuk menangkal informasi-informasi tidak benar (hoaks) yang banyak beredar di dunia maya. Tujuannnya untuk mendorong jurnalisme lebih berkualitas,” ujarnya.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diisi dengan berbagai materi mengenai kebersihat data digital (digital hygiene), analisa dasar atas informasi perbedaan misinformasi dan disinformasi, pencarian dan penelusuran data, serta pengenalan perangkat (tools) yang bisa digunakan sebagai alat melakukan verifikasi kebenaran informasi yang beredar di dunia maya.

“Jurnalis juga punya misi yang sama, bahkan jauh sebelum Google. Karena sebelum produk jurnalistik itu disajikan kepada publik pembaca, seorang jurnalis terlebih dahulu harus melakukan verifikasi,” sebut Agoez.

“Tapi kalau karya jurnalistik oleh seorang jurnalis dilakukan tanpa melalui proses verifikasi dan cek-ricek, kita bisa pertanyakaan produk jurnalistiknya itu,” tambah Ketua AJI Medan itu.

Indonesia, sebutnya, merupakan negera peringkat ke-5 pengguna internet terbanyak di dunia. Sementara karena masih lemahnya minat baca di Indonesia sehingga hingga kini berada di peringkat 60 dari 61 negera terkait literasi.

Sehari sebelumnya, juga digelar workshop bertajuk “Hoax Busting and Digital Hygiene” di aula gedung rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jumat (14/9). Para peserta terdiri dari kalangan umum mahasiswa, pekerja LSM dan jurnalis.

Para peserta diperkenal dan diberikan materi tentang perangkat yang harus diketahui untuk mencegah maraknya berita bohong yang kini banyak beredar di tengah masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here