Home » TRAVELING » Tips Naik “Becak Motor” Di Kota Medan

Tips Naik “Becak Motor” Di Kota Medan

becak-motor-medan

Becak motor adalah salah satu pilihan transportasi di kota Medan. Bahkan betor (istilah yang sering diberikan untuk menyebut ‘becak motor’=red) sudah menjadi salah satu icon dari kota Medan. Gak tau juga sih kenapa bisa jadi icon, karena setahu saya bukan cuma kota Medan yang memiliki becak motor, bahkan si betor ini populasinya hampir dapat dikatakan ada di wilayah Sumatera bagian utara bahkan hingga ke Aceh.

Yang harus anda lakukan untuk menaikinya adalah, menyetop si betor yang banyak berseliweran di jalanan kota Medan, lalu tawar-menawar negosiasi harga dengan abang becaknya, kalau deal harga silahkan naik dan anda akan di antar hingga tempat tujuan. Nah, berhubung betor belum menerapkan kebijakan argometer jadilah kita harus pintar-pintar menawar harga, karena biasanya si abang becak akan menentukan harga ongkos betor sesuka udelnya.

Penampilan anda akan turut menentukan ‘harga/ongkos’ yang harus anda bayar. Misalnya anda berpakaian necis/branded/kantoran dengan sepatu kilat, atau memakai perhiasan emas yang mencolok seperti toko emas berjalan; maka sudah pasti anda akan ditawarkan ongkos dengan harga yang super mahal.

Lain halnya, jika anda berpakaian seadanya atau bahkan baru pulang belanja dari pajak (pasar=red) maka si abang becak pun tak akan sampai hati membuat ongkos yang tinggi. Loh koq gitu?? Saya juga gak tau apa korelasinya antara penampilan dengan ongkos betor, tapi ya begitulah kira-kira.

Begitupun jika anda seorang turis/backpacker dengan tas ransel segede gaban, abang becak tentu akan memasang tarif tinggi karena dia pasti mengira bahwa anda bukan warga kota Medan; dan pasti tidak tahu harga. Si abang becak akan beralasan bahwa tempat tujuan anda jauh, macet, harus muter-muter atau apalah alasannya; walau sebenarnya tempat tujuan anda tidak jauh.

Berapa sih sebenarnya ongkos becak yang ‘wajar’ di kota Medan? Tak ada ditetapkan tarif resmi memang, tidak seperti angkot atau bus yang sudah ada tarifnya.  Anda cukup sebutkan tujuan anda ke abang becaknya, maka abang becak akan menyebutkan ongkosnya. Coba tawar separuh harga atau dua pertiga harga, biasanya abang becak akan menaikkan lagi angka dari tawaran anda. Tawar sekali lagi, hingga ‘deal’.

Misal :

Anda : “Bang, berapa ke Medan Mall?” (misalnya anda dari Plaza Medan Fair)

Abang becak : “Ayok! 50 ribu…”

Anda : “Wah, mahal kali bang… 25 ribu ya?”

Abang becak : “Waduh, gak bisa… jauh itu, harus muter lagi… 40 ribu ya…”

Anda : “Muternya kan gak jauh kali bang, 25 ribu…”

Disini biasanya abang becak, sudah mulai goyah.. apalagi dia sudah muter-muter dan belum dapat penumpang biasanya akan langsung oke. Palingan minta tambah 5 ribu jadi 30 ribu. Tetaplah bertahan di angka 25 ribu dan pura-pura jual mahal. Biasanya si abang becak akan goyah, kalau dia gak mau ya tawar lagi becak lainnya.

“Untuk rute dalam kota, jarak dekat < 5 KM biasanya harga 10-20 ribu; sementara harga 25-30 ribu biasanya berlaku untuk rute jarak menengah 5-10 KM. Untuk jarak jauh > 10 KM minimal 40 ribu.”

Tips, setop dan tawarlah becak yang sedang berjalan karena biasanya harganya lebih murah. Jangan menawar yang sedang ‘ngetem’ atau yang sedang berhenti menunggu penumpang, apalagi menawar becak yang abang becaknya sedang tidur; karena bisa dipastikan ongkos anda akan dimahalin karena si abang becak merasa anda telah mengganggu tidurnya.

Jangan juga naik becak dari depan Plaza/Mall, karena biasanya abang becak yang ngetem disitu rata-rata ‘mentiko’ dan suka-suka buat harga. Jalanlah sedikit menjauh di depan Plaza/Mall tersebut, lalu setoplah becak yang sedang berjalan. Tapi jangan setop di depan abang-abang becak yang sedang ngetem itu karena biasanya mereka akan marah-marah, karena anda lebih memilih naik becak yang sedang berjalan.

Oya, entah kenapa tapi pilihlah abang becak yang sudah sedikit ‘berumur’ paling enggak di atas 40 tahunan. Kenapa? Alasannya sederhana, abang becak yang masih berusia muda biasanya suka mematok harga tinggi dan bawa becaknya macam bapaknya lah yang punya jalan itu alias suka ugal-ugalan. Abang becak yang sudah berumur biasanya lebih kalem bawa becak dan mematok ongkos dalam tarif yang masih tergolong wajar serta biasanya tidak akan menipu anda; walau tidak bisa di jamin juga akan seperti itu. Yah, paling enggak pilot senior kan biasanya bawa pesawat lebih lembut ketimbang pilot junior. Anggap ajalah becak itu seperti pesawat, hehehe..

Kalau Becak Motornya kayak gini, kira-kira mau naik gak?

Kalau Becak Motornya kayak gini, kira-kira mau naik gak?

Terakhir, jaga barang bawaan anda. Karena penumpang becak motor rawan menjadi korban perampokan. Jangan membawa barang-barang yang mencolok, misalnya anda baru ambil uang dari bank sebesar Rp 100 juta atau baru beli sekilo emas lalu anda pulang naik becak motor, ya sama aja ngasi dendeng sama kucing. Terutama juga bagi turis dari luar kota Medan. Jika anda berada di daerah yang gelap di malam hari sepertinya lebih aman naik taksi saja. Untuk tips naik taksi di kota Medan, akan saya paparkan dalam artikel selanjutnya ya! (/@agoezperdana-2013)

Komentar Via Facebook

3 thoughts on “Tips Naik “Becak Motor” Di Kota Medan

  1. Nich berkata:

    Satu lagi, menambahkan, bang.
    Ada kalanya, abang becak ngasih harga “biasa aja”..

    “Bang, ke Simpang Pasar 1 ya”
    “Oke”
    “Berapa, bang?”
    “Biasa aja”
    (entah berapa biasa itu)

    Jangan ngaku begini: “wah, biasanya itu berapa bang, gak tahu aku”
    Hajab lah :))

    1. agoezperdana berkata:

      @nich : jawab aja, “biasanya 5 ribu bang kan bang….?”, hehehe…

  2. Wahyu Blahe berkata:

    Mana si becak mesin? 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website