Home » JOURNALIST ACADEMY » Tips Menjadi ‘Citizen Journalist’ Saat Terjadi Bencana

Tips Menjadi ‘Citizen Journalist’ Saat Terjadi Bencana

Citizen Journalist (CJ) atau Pewarta Warga, adalah sebuah kegiatan dimana anda sebagai warga biasa melaporkan sesuatu peristiwa atau kejadian kepada khalayak.Melakukan kegiatan CJ bisa dilakukan kapan saja & dimana saja, tergantung sepenting apa peristiwa & kejadian yang anda alami saat itu.

Dalam CJ, anda menjadi mata & telinga khalayak. Anda melaporkan apa yang anda lihat, dengar, dan rasakan. Anda bisa menggunakan media foto, suara, hingga video; untuk menggambarkan kepada khalayak bagaimana sesuatu peristiwa terjadi.

Dalam keadaan bencana alam, ada beberapa tips yang harus anda patuhi ketika anda melakukan kegiatan CJ, apa sajakah itu? Paling penting, utamakan keselamatan diri anda dulu sebelum melakukan kegiatan CJ saat bencana terjadi. Tak ada gunanya kabar CJ anda tentang bencana, jika anda sendiri turut menjadi korban.

Dalam melakukan kegiatan CJ, anda butuh ‘alat’ untuk merekam sebuah peristiwa bencana. Bisa kamera digital atau handycam.. Sebuah smartphone juga jadi alat serbaguna dalam CJ; karena bisa sekaligus mengambil foto, merekam suara, termasuk mengabadikan video. Ketika mengabadikan sebuah peristiwa bencana; pastikan khalayak ‘melihat’ melalui mata anda. Sehingga mereka tahu bagaimana bencana itu terjadi

Detik-detik bencana terjadi, kepanikan warga, kerusakan yang ditimbulkan, adalah hal-hal yang menarik untuk anda abadikan. Saat terjadi bencana, jika anda merekam menggunakan video usahakan gerakan kamera jangan terlalu kesana kesini; ambillah angle yang smooth. Jika gunakan kamera foto, usahakan angle foto yang diambil jelas dan tidak kabur. Jangan gunakan zoom jika tidak terpaksa karena foto akan pecah.

Jika memungkinkan, ambillah rekaman suara saat kepanikan warga terjadi, suara azan, riuh lalulintas, dll.. suara akan berguna terutama buat media Radio. Setelah anda memperoleh foto, video, rekaman suara; selanjutnya hubungilah redaksi media TV, Radio, atau Surat Kabar agar mereka bisa menyiarkannya.

Jika anda punya smartphone, anda bisa langsung mengirim foto, video, rekaman suara via email ke redaksi media. Namun ingatlah, CJ bukan soal nilai uang yang akan anda dapatkan dari redaksi media yang menyiarkan berita anda. CJ adalah tentang ‘informasi’, yaitu kabar yang dapat anda sampaikan kepada khalayak luas yang ingin tahu update info peristiwa dari lokasi bencana, dimana mungkin jurnalis media sebenarnya belum menjangkau daerah maupun lokasi bencana tersebut.

Akan sangat banyak khalayak yang terbantu dengan ‘news’ anda; apalagi yang anda kabarkan adalah informasi yang akurat & uptodate. Social media juga bisa anda gunakan untuk mengabarkan update dari lokasi kejadian; Live tweet juga adalah cara paling cepat menyebarkan informasi.

Adakalanya redaksi media akan menghubungi anda untuk dapat info terkini dari lokasi kejadian; sekaligus mengkonfirmasi berita yang anda kirim. Ceritakanlah secara kronologis namun singkat Ceritakan dengan ‘menggambarkan’ apa yang anda lihat, dengar, dan rasakan. Sampaikan jika anda punya data-data tentang kerusakan & korban jiwa. Jika terjadi bencana biasanya jalur komunikasi terganggu,usahakan mencari lokasi dengan sinyal yang memadai agar suara anda terdengar jelas ketika melaporkan.

Saat bencana, info apapun yang anda kabarkan mungkin akan berguna bagi orang lain. Jika anda mendapat sebuah isu, usahakan check & recheck dulu kebenarannya, jangan asal mengabarkan yang malah membuat orang lain panik

Misal : ada isu, akibat gempa ada peringatan dini tsunami. Air laut naik sekitar 500 meter dari bibir pantai; maksudnya bukan ketinggian air, tapi air sudah naik ke darat 500 meter dari bibir pantai. Atau : bedakan antara ‘Awan Panas’ dengan ‘Debu Vulkanik’ saat gunung meletus; jangan sampai salah menyampaikan, perbedaannya sangat jauh

Adalah tidak bijak menyebarkan kabar yang anda sendiri tidak yakin kebenarannya, misal melalui Broadcast Message; banyak kabar Hoax berseliweran saat bencana terjadi. Ingat, dalam CJ tujuan anda mengabarkan kepada orang lain apa yang anda lihat, dengar, rasakan; tanpa harus membuat orang lain merasa panik. Memforward kabar dari orang lain, misal melalui BM; bukanlah sebuah kegiatan CJ. Apalagi kabar tidak jelas yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hematlah baterai alat rekam atau kamera anda, karena saat bencana biasanya susah mendapat power supply. Ambil gambar yang anglenya bagus saja. Ingatlah dalam melakukan kegiatan CJ, anda mungkin tidak bisa seenaknya mengambil gambar dimana saja apalagi ada aparat di lokasi itu.

Jangan memaksa mengambil foto atau video dari lokasi bencana yang sudah dinyatakan ‘tertutup’ dari manusia; hargai nyawa anda! Jika terjadi bencana, segera siapkan kamera, handycam, smartphone anda, dan jadilah seorang Citizen Journalist! (/@agoezperdana-2012)

Komentar Via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website