Home » TRAVELING » The Beautiful & Peaceful “Perlis”

The Beautiful & Peaceful “Perlis”

Perlis, adalah sebuah negeri yang terletak di sebelah barat laut semenanjung Malaysia, berbatasan langsung dengan Negeri Kedah dan Thailand. Sebelumnya saya tak punya bayangan seperti apa Perlis itu, karena memang Perlis belum sepopuler daerah wisata seperti Penang, Langkawi, ataupun Kuala Lumpur yang sering dikunjungi wisatawan asal Indonesia. Daya tarik Perlis adalah suasana pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan di perkotaan.

Kesempatan untuk mengunjungi Perlis datang, lewat undangan resmi dari Kerajaan Perlis untuk media dari Indonesia, khususnya kota Medan. Saya termasuk salah satu media yang beruntung mendapat undangan resmi dari kerajaan. Undangan tersebut berkaitan dengan perayaan HUT ke-70 Raja Perlis, DYMM Tuanku Syed Sirajuddin Ibni Tuanku Syed Putra Jamalullail.

Hari Pertama : 16 Mei 2013

Dari Medan, tanggal 16 Mei 2013 — saya bersama rombongan media asal kota Medan dan pihak Tourism Malaysia Medan, berangkat dari Bandara Polonia menuju Penang, Malaysia. Pesawat Firefly yang membawa kami mendarat dengan mulus di Penang International Airport.

Sesampai di Penang, kami berhenti sejenak di ibukota Pulau Pinang, George Town, untuk makan siang dan menikmati Nasi Khandar yang sangat terkenal itu. Selepas makan siang dan rehat sejenak, kami melanjutkan perjalanan menaiki bus ke Perlis. Perjalanan Penang – Perlis, memakan waktu sekitar 2 jam.

Pulau Pinang sendiri terletak terpisah dari daratan Malaysia. Namun ada Jembatan Penghubung, yaitu Jembatan Pulau Pinang; yang menghubungkan tanah besar (daratan Malaysia) dengan “Mutiara Timur” (istilah yang diberikan untuk Pulau Pinang).

Sepanjang perjalanan Penang – Perlis terhampar deretan perkebunan sawit dan karet yang terletak di sisi kiri dan kanan higway yang sangat lebar dan mulus. Setelah melewati perjalanan yang cukup melelahkan, sampailah kami di Perlis.

Tujuan pertama, kami menuju Padang Besar – yaitu perbatasan antara Perlis, Malaysia dengan kerajaan Thailand. Disana kami menjemput rombongan media asal Thailand, dan sempat berbelanja sejenak di Kedai Duty Free di perbatasan. Duty Free semacam supermarket dengan harga barang-barang yang murah karena tidak terkena pajak.

Selanjutnya kami menuju kantor KEMP’s (Klab Media Perlis) dan disambut oleh pengurus. Setelah bersilaturahmi dan rehat, kami menuju penginapan di rumah tetamu UiTM Perlis yang terletak di pinggir laut Kuala Perlis. Setelah rehat sejenak dan mendapatkan kamar, kami bersiap makan malam di Kompleks Makanan Laut Negeri Perlis di Kuala Perlis, dan menikmati sajian aneka ragam Seafood yang paten punya rasanya.

Nasi Khandar Original Penang

Nasi Khandar Original Penang

Foto bersama teman2 media asal Indonesia, Malaysia, dan Thailang di depan kantor Kelab Media Perlis (KEMP's)

Foto bersama teman2 media asal Indonesia, Malaysia, dan Thailang di depan kantor Kelab Media Perlis (KEMP’s)

Hari Kedua : 17 Mei 2013

Kami bersiap untuk menuju Istana Arau – yang merupakan kediaman resmi Raja Perlis. Layaknya sebuah seremoni kerajaan, acara peringatan HUT Ke-70 Raja Perlis berlangsung meriah dan pada kesempatan tersebut, Raja juga memberikan tanda penghargaan kepada Datuk-Datuk yang ada berbagai tingkatan sesuai dengan jasa yang mereka berikan kepada negara.

Secara administrasi, negeri-negeri di Malaysia dipimpin oleh Sultan – kecuali di Perlis disebut Raja. Selama masa periode 5 tahun, 13 orang Sultan yang merupakan pemimpin resmi kerajaan-kerajaan yang ada di federasi Malaysia, secara bergiliran menduduki jabatan Sultan Malaysia, terkenal dengan gelar Yang Dipertuan Agong.

Raja Perlis sendiri, DYTM Tuanku Syed Sirajuddin Ibni Tuanku Syed Putra Jamalullail pernah 2 kali menjadi Yang Dipertuan Agong. Nah, selama masa menjadi Yang Dipertuan Agong; tampuk pimpinan kerajaan yang ditinggalkan akan dipegang sementara oleh Raja Muda.

Di masing-masing kerajaan yang ada di Malaysia, diangkatlah seorang Menteri Besar (setingkat Gubernur) yang akan menjadi Kepala Pemerintahan dan mengurusi masalah administrasi perintahan di masing-masing kerajaan. Menteri Besar biasanya diusulkan oleh Perdana Menteri Malaysia, dan harus mendapat persetujuan dari Sultan/Raja di kerajaan tersebut sebelum dapat dilantik menjadi Menteri Besar. Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, Menteri Besar dibantu oleh Datuk-Datuk.

Selepas merayakan HUT Raja Perlis, kami bersiap untuk menunaikan kewajiban Sholat Jum’at di Kampung Sentua, dilanjutkan dengan makan siang dan rehat. Yang menarik dari Perlis adalah, dimana-mana terpampang foto Raja, DYMM Tuanku Syed Sirajuddin Ibni Tuanku Syed Putra Jamalullail beserta Permaisuri. Kata-kata “Daulat Tuanku” menunjukkan Raja sangat dihormati disana. Bahkan saat Jum’atan, khatib juga berulang-ulang menyampaikan penghormatan untuk Raja.

Agenda dilanjutkan dengan menuju kampus UiTM, Universitas Teknologi Mara – Perlis; karena kami akan menghadiri “Seminar Kewartawanan IMT-GT 2013”. IMT-GT adalah istilah untuk Indonesia, Malaysia, Thailand – Growth Triangle. Sebuah prakarsa dari ketiga negara untuk saling membangun semangat kebersamaan dalam pertumbuhan perekonomian, pariwisata dan berbagai bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.

Selain media asal Indonesia, turut pula hadir perwakilan media dari Thailand – selain perwakilan media dari Malaysia tentunya. Pada seminar tersebut, saya di daulat untuk menjadi salah satu narasumber – ini merupakan pengalaman pertama saya berbicara di forum kelas internasional, hehehe..

Seminar berisi paparan dari narasumber dan diskusi dengan peserta yang rata-rata merupakan mahasiswa. Masing-masing pihak, saling berbagi pengalaman tentang kondisi bagaimana media dan industri pers di negara masing-masing.

Setelah seminar selesai, berlangsung acara ramah tamah Raja Muda Perlis, DYTM Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail — dengan media asal Indonesia & Thailand. Saya pun berkesempatan makan semeja dengan Raja Muda (kapan lagi bisa makan semeja dengan Raja? Hehehe..)

Selepas mengikuti seminar, kami kembali ke penginapan dan rehat sejenak. Lewat maghrib, kami bersiap menuju Istana Arau kembali untuk mengikuti jamuan dinner dari pihak kerajaan. Segala macam makanan dikeluarkan, sampai-sampai saya kekenyangan karena terlalu banyak makan.. Habis makanannya enak-enak semua sih, hehehe..

Kami pun sempat mengunjungi Galeri Diraja di kompleks Istana Arau, yang berisi sejarah dan barang-barang pusaka milik kerajaan. Pulang dari Istana, sampai penginapan langsung tepar karena agenda yang sangat padat mulai pagi hingga malam hari.

Hari Ketiga : 18 Mei 2013

Menjelang pagi, selepas sarapan nasi perang (baru tau ternyata di Malaysia juga ada nasi perang atau nasi kucing…) kami diajak untuk Tour mengunjungi berbagai destinasi wisata menarik di Perlis. Beberapa tempat yang kami kunjungi antara lain, Pusat Handy Craft, Taman Ular & Reptil, Museum Kota Kayang, Ranch Kuda milik kerajaan Perlis, dan mengunjungi kebun mempelam (mangga) harum manis.

Di kebun harum manis ini, ada semacam warung dan kita bisa menikmati mempelam harum manis yang disajikan dengan pulut, rasanya? Aduh! Saya sukar mengungkapkan dengan kata-kata saking enaknya! Saya aja sampai habis 2 porsi, hehehe.. Selain itu ada juga jus mempelam harum manis yang sangat yummi.

Setelah perut kenyang, kami mengunjungi pasar di Padang Besar. Rata-rata barang yang dijual dipasar ini adalah barang-barang dari Thailand. Setelah puas belanja-belanji kami kembali ke rumah tetamu UiTM untuk rehat.

Selepas maghrib, kami kembali bersiap menuju Istana Arau – karena malam itu pihak kerajaan melakukan “open house” bagi rakyat yang ingin berkunjung ke istana. Sajian pesta kembang api turut memeriahkan perayaan malam itu. Setelah itu, Raja Muda menjamu kami untuk “Last Supper” (makan malam perpisahan) di hotel berbintang.

Hari Keempat : 19 Mei 2013

Hari ini merupakan hari terakhir kunjungan kami ke Perlis, selepas beres-beres barang dan check-out dari rumah tetamu UiTM kami pun menuju bus yang sudah menunggu untuk meninggalkan rumah tetamu UiTM tempat kami bermalam selama berada di Perlis.

Kami menuju sebuah kedai kecil untuk sarapan “Chapati” makanan khas yang sering dikonsumsi masyarakat disana untuk sarapan. Chapati itu semacam roti canai namun dengan tekstur yang lebih padat yang dihidangkan bersama dengan kari lengkap dengan kuahnya yang mantap. Makan seporsi Chapati, sama kenyangnya dengan sarapan sepiring nasi goreng. Selepas sarapan, kami kembaliu menuju Padang Besar ke perbatasan Thailand untuk mengantar rombongan media asal Thailand.

Dari Padang Besar, kami meninggalkan Perlis kembali menuju Penang. Sesampai Penang, kami mengunjungi sebuah pesta pernikahan dengan adat khas melayu. Lalu kami ke Queensbay Mall yang terletak di pinggir pantai. Di suasana pantai dengan semilir angin – burung-burung gagak beterbangan mengelilingi kota George Town. Burung gagak memang jamak ditemui di Penang.

Di Queensbay Mall, saya menyempatkan belanja Milo dan Nescafe, entah kenapa rasa Milo dan Nescafe Malaysia lebih enak dan khas dibandingkan Milo dan Nescafe yang ada di Indonesia. Tentunya tidak lupa membeli Famous Amous, biskuit khas Malaysia yang sangat terkenal namun harganya? Ampun deh! Mahal sangat!

Setelah puas belanja di Queensbay Mall, kami bersiap menuju Penang International Airport untuk kembali menuju kota Medan. Empat hari perjalanan yang sangat berkesan, bertemu Raja, bertemu teman-teman media asal Malaysia & Thailand, tentunya membawa pengalaman sendiri yang tidak terlupakan.

Terima kasih saya haturkan untuk Kerajaan Perlis yang telah mengundang kami, dan teriring rasa terima kasih kepada UiTM yang telah memfasilitasi penginapan, FireFly yang memfasilitasi penerbangan, dan tentunya KEMP’s yang telah suka cita menyambut kami. Terakhir, ucapan terima kasih untuk jajaran Tourism Malaysia Medan yang telah memungkinkan semua kegiatan ini terlaksana. (@agoezperdana-2013)

Komentar Via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website