Home » SOCIAL MEDIA » Software Update, Akal-akalan Perusahaan Software?

Software Update, Akal-akalan Perusahaan Software?

softwareUpdate3

Pernah ngalamin ketika sedang asyik-asyik bekerja di depan computer, tiba-tiba muncul notifikasi software yang minta update? Kalau jarang-jarang sih rasanya gak masalah, yang jadi masalah kalau tiap hari software tersebut minta update. Rasanya ingin menguninstall saja software tersebut.

Ya, saya termasuk orang yang paling sebel dengan fitur yang namanya automatic update dari software apapun, kecuali antivirus. Bahkan kadang di-non-aktifkan pun software tersebut masih saja melakukan automatic update. Untuk kebanyakan software computer rata-rata tak ada perubahan signifikan setelah sebuah software diupdate.

Kalau gak percaya, update-lah Windows anda. Tapi jangan coba-coba update kalau pake Windows bajakan ya? Hehehe… Coba, apakah ada perubahan setelah Windows di-update? Gak ada! Konon lagi OS Linux yang harus sering diupdate jika ingin bekerja maksimal. Saya lebih suka sekalian saja upgrade software misalnya dari Windows 7 ke Windows 8. Atau dari MS Office 2007 ke 2010. Sekali ribet saja setelah itu beres.

Update itu sebenarnya trick perusahaan pembuat software saja, karena seringkali dalam proses update mereka memasukkan script yang bisa mengubah konfigurasi system computer kita. Tujuannya ya agar kita memakai produk mereka. Kadang muncul pop-up tawaran produk mereka. Jika sedang bekerja membutuhkan konsentrasi tinggi, hal ini tentu sangat mengganggu sekali.

Hati-hati juga karena dalam proses update seringkali ada malware yang disusupkan. Kalau mau check program apa saja yang secara diam-diam disusupkan dalam proses update, coba intip control panel. Pasti aka nada aplikasi baru yang tidak dikenal dan entah apa fungsinya nongol.

Dulu saya menggunakan aplikasi Norton Antivirus, nih software yang satu ini hamper tiap saat minta update. Walau setiap hari diupdate tetap muncul notifikasi minta update. Di-non-aktifkan pun remindernya tetap muncul. Karena jengkel akhirnya Norton pun saya uninstall. Begitu juga dengan Avira, pada saat proses booting masuk ke desktop saja sudah muncul notifikasi produk yang mereka jual, dan bagi saya notifikasi2 seperti itu sangat mengganggu.

Coba perhatikan browser anda, baik Mozilla, Chrome, Internet Explorer, dll. Apakah toolbar-nya penuh dengan aplikasi yang ramai seperti sampah? Mungkin itu karena pengaruh automatic update dari software tertentu. Atau kita mendownload software tertentu, da nada software lain yang sengaja disusupkan harus kita download juga.

Kadang notifikasi update itu seolah kalau kita gak mengupdate, maka computer kita akan rusak; kena virus, malware, dll. Padahal dalam update itu ya kadang ada malware ikut masuk kedalam system computer kita tanda disadari.

Pokoknya tak ada ampun bagi software yang sering minta update di laptop saya, kecuali antivirus tentunya; selain kena UNINSTALL! 😛 Antivirus pun jika menyebalkan, maka berlaku hukum yang sama; enyah jauh-jauh dari laptop saya, hehehe… (/@agoezperdana-2013)

Komentar Via Facebook

4 thoughts on “Software Update, Akal-akalan Perusahaan Software?

  1. Nich berkata:

    Waa.. saya justru senang update-update software, bang :p

    Di Andorid, setiap update, hampir selalu terasa perbedaannya (entah interface, atau penambahan fitur) selalu saja ada yang baru.

    Kalau laptop, saya pakai dual-boot; Windows dan Ubuntu. Jika muncul pesan update, ya saya update. Kalau di Ubuntu, khusus karena alasan security dan performance. Kalau di Windows, justru saya gak pernah menerima permintaan update (gak tahu kenapa).

    Tapi saya setuju, kalau pun download program dan melakukan instalasi, sebaiknya lihat-lihat. Jangan jadi the next generation yang cuma tahu klik next, next, finish. Alhasil komputer dipenuhi adware (atau bahkan spymare atau jenis malware lainnya).

    Jadi, dah bisa kerja sekarang, bang? Atau masih terkunci Windows-nya? :p

    1. agoez berkata:

      @Nich : gak tau nih, laptop jadi lemot gara2 ada software minta update. Tapi softwarenya sudah dienyahkan dengan cara UNINSTALL.. hehe.. Kalau upgrade di smartphone paling malas kalau jaringan lemot, jadinya update gagal melulu deh.. hikz..

  2. Joko Almady berkata:

    Khusus Linux sih bg, Updatenya memang perlu karena Linux dioprek2 bersama… hahaha

    Kalau gak mau banyak update, adware, dll mending pakai Command-Based OS lagi aja bg… kayak MS_DOS wkwkw
    Lebih aman, (tak) nyaman, dan cepat… 😀

  3. leo berkata:

    Setiap ada update ada baiknya di cek dulu changelog, biar ga salah langkah, kecuali bisa rollback. Khusus untuk windows dan antivirus, kebanyakan fitur update tidak akan berguna bagi end users, tetapi sangat sensitif utk perusahaan besar demi menjaga security.

    Tidak ada program yang perfect, pastinya kerjaan manusia ada salahnya. Windows sendiri installernya aj udah 5gb lebih, coba bayangkan berapa baris codes yang harus dimonitor? Tentunya satu segmen codes bisa mempengaruhi segmen lainnya yang kita namakan bug, dan update inilah tujuannya menutupi kesalahan tersebut, baik sepengatahuan anda atau tidak.

    Agar tidak mengganggu konsentrasi, check off aja fitur auto update yg ada disetiap software/OS. Tunggu sampe keluar service pack, yg mana merupakan kumpulan dari minor update.

    Banyak statement di artikel ini yang tidak saya setujui, terutama toolbar browser, berarti anda yang kurang jitu dalam memakai komputer dalam hal ini browser.

    Logikanya setiap software gratis kalo ga dibackup angel investor, pasti menyisipkan software tambahan lain, seperti toolbar misalnya. Ini salah satu alasan agar software tersebut mendapatkan revenue agar development tetap dapat berjalan. Sangat janggal sekali untuk menemukan toolbar atau software tambahan lain apabila anda membeli sebuah software seperti katakanlah kaspersky atau norton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website