Home » SOCIAL MEDIA » Social Media Buzzer, Cara Mendulang Fulus dari Jagad Maya

Social Media Buzzer, Cara Mendulang Fulus dari Jagad Maya

Kampanye social media, marketing online atau belakangan kerap juga disebut sebagai buzzer, telah menjadi ranah baru dalam jagad dunia maya. Betapa tidak, buzzer yang dulunya hanya dilakukan praktisi internet dengan membutuhkan kemampuan khusus di bidang teknologi informasi, kini telah dapat dilakukan siapa saja asalkan terhubung dengan perangkat-perangkat atau software jejaring sosial yang dapat diakses melalui jaringan internet, seperti Facebook, Twitter maupun blog.

Yang tidak kalah menarik, buzzer menjadi profesi yang cukup menggiurkan karena jasa mereka dihargai dengan rupiah yang cukup menggiurkan. Tidak mengherankan jika banyak praktisi internet yang berprofesi sebagai buzzer. Jasa mereka dipakai perusahaan-perusahaan yang ingin mempromosikan produknya.

Menurut Agoez Perdana,seorang praktisi social media di Medan, profesi buzzer belakangan menjadi tren seiring dengan semakin tingginya pengguna internet yang menggunakan jejaring sosial. Saat ini, katanya, jutaan orang hampir terhubung dengan jejaring sosial yang tersambung melalui gadget, seperti smartphone.

Para pengguna inilah yang disebut netizen. Merekalah yang menjadi target para para pemasang iklan. “Peran buzzer ialah menjadi penyebar informasi yang sudah ditautkan melalui berbagai link, baik itu blog maupun kicauan di Twitter,” kata Agoez yang juga berprofesi sebagai jurnalis yang juga merupakan pengurus di Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Medan itu.

Menurut Agoez, sebagai praktisi media sosial, ia juga pernah memiliki “job” sebagai buzzer untuk keperluan promosi salah satu bank terkemuka Indonesia. “Lumayanlah bayaran, hitungan jeti (juta),” kata Agoez.

Sebagai buzzer, ia diminta pihak bank untuk menyebarkan informasi tentang sistem pembayaran elektronik yang sedang dikembangkan bank tersebut. Bagi Agoez, cara lain mendulang fulus dari jagad maya ini kini menjadi side-job yang tidak kalah menggiurkan.”Saya review dulu materinya di blog pribadi saya, kemudian linknya saya buzz di media sosial, Twitter,” jelas Agoez dalam satu kesempatan bersama blogger yang bergabung dalam komunitas Blogger Medan Community, belum lama ini.

Cukup mengiurkan menjadi buzzer bila dilihat dari penghasilan yang didapat. Meski demikian, kata Agoez, tidak didapat secara instan. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan para pemasang iklan untuk merekrut buzzer. Misalnya, jumlah follower Twitter buzzer. “Minimal 1.000 follower, baru perusahaan mau mempertimbangkan,” kata Agoez yang rutin menulis di blog pribadinya Agoezperdana.com dan Kabarmedan.com.

Kedua, memiliki reputasi yang bagus melalui tulisannya di blog dan bila punya blog, setidaknya mengisi blognya dengan konten berkualitas, orisinal (bukan copy paste) dan punya banyak pembaca setia. “Ya sedikit-dikitnya rating blognya 500 sampai 1.000-an kliklah per hari,” kata Agoez.buzzer
Menariknya menjadi buzzer juga dialami Wahyu Blahe, yang semula bekerja di Yellow Pages, sempat menjadi jurnalis dan akhirnya memutuskan menjadi fulltimer buzzer dan blogger dengan mendirikan website Ceritamedan.com.

“Lumayan, saat ini sudah ada pemasang iklan tetap di website ini. Selain itu, akun Twitter @ceritamedan yang follower-nya mencapai 100 ribu lebih, lumayan sering mendapat klien untuk buzz event dan promosi produk,” kata Wahyu.

Dengan follower Twitter sebanyak itu, ditopang dengan jumlah hits website yang berkisar 2.000 klik per hari, membuat Ceritamedan menjadi salah satu media buzzer yang lumayan ramai mendapat job.

sumber : http://medanbisnisdaily.com/news/read/2014/07/19/107352/social_media_buzzer_cara_mendulang_fulus_dari_jagad_maya/#.U8zt7kBsAQt

Komentar Via Facebook

5 thoughts on “Social Media Buzzer, Cara Mendulang Fulus dari Jagad Maya

  1. Wahyu Blahe berkata:

    Inilah yang unik, ilmu-ilmu praktisi dari anak-anak muda yang kreatif ini bisa meningkatkan pangsa ekonomi kreatif bangsa.
    Salut sama AgoezPerdana, dan sangat salut sama Tim Cerita Medan, hihihihihii..
    Sukses! Collaboration itu penting, sekarang..

    1. Agoez Perdana berkata:

      Ayo kita jadikan Jaringan Portal Sumatera Utara itu..

      1. Wahyu Blahe berkata:

        Serius lah, jangan angin-angin, carik satu yang mauu ditonjolkan, kita baris kedua aja..

  2. Eko Prayitno berkata:

    Wah, ini pengalaman luar biasa. Saya baru mengetahui tentang menjadi buzzer ini. Keren. Terima kasih atas informasinya.

    Barangkali tertarik berkunjung ke website saya; http://www.abunawas-oye.com

  3. buzzer itu eman profesi kece

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website