Serunya Menyusuri Malaysia Dari Kuala Lumpur Hingga Malacca

Malaysia memang salah satu destinasi wisata favorit di Asia Tenggara. Negeri jiran yang identik dengan Petronas Twin Tower dan mobil nasional Proton ini memiliki berbagai tempat wisata eksotis yang tak habis dikunjungi.

KabarMedan.com pun kembali mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi negeri tetangga dekat Indonesia itu, dalam event yang digelar Tourism Malaysia bertajuk ‘Asean Media Bloggers Tourism Hunt 2015 (AMBTH 2015)’, yang digelar 16-21 Oktober 2015.

Petualangan saya bersama seorang Travel Blogger asal Medan, Yuha Azhari Simbolon, menjejak Malaysia dimulai pada 16 Oktober 2015. Pesawat AirAsia QZ124 yang sedianya membawa kami terbang dari Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) menuju Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA2), mengalami delay hingga satu jam akibat kabut asap yang menyebabkan pesawat terlambat datang.

Saya dan Yuha menunggu pesawat di KNIA menuju KLIA2

Hari Pertama : 16 Oktober 2015

Kami mendarat di KLIA2 seiring matahari yang mulai menghilang di ufuk senja. Kami menjadi rombongan terakhir yang tiba dari 10 negara ASEAN lainnya yang sudah lebih dahulu tiba. Sekejap mengganjal perut di salah satu restoran fastfood DI KLIA2, kami bergegas menuju Ibukota Kuala Lumpur dengan menaiki bus menuju terminal KL Sentral.

Tiba di KL Sentral, terminal yang megah bak mall itu kami membeli simcard local di sebuah gerai mini market untuk memudahkan komunikasi selama berada di Malaysia. Lalu melanjutkan perjalanan dengan menaiki taksi menuju Restoran D’Saji Titiwangsa, tempat diadakannya Welcome Dinner & Program Briefing partisipan AMBTH 2015, yang diikuti perwakilan media dan blogger dari Indonesia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, Philipina, Myanmar, Singapore, dan Malaysia sendiri sebagai tuan rumah.

Selepas mengikuti Welcome Dinner & Program Briefing, kami diantar bus coach menuju Chorus Hotel, yang berlokasi di Jalan Ampang yang berdekatan dengan Petronas Twin Tower, untuk beristirahat.

Hari Kedua : 17 Oktober 2015

Setelah sarapan mengisi perut di Hotel, kami menuju Sheraton Imperial Hotel Kuala Lumpur untuk mengikuti ‘Destination Seminar’ yang digelar Tourism Malaysia dan beberapa pihak sponsor. Acara seminar berlangsung hingga lewat tengah hari dan diakhiri dengan makan siang bersama.

Acara dilanjutkan dengan menuju Malaysia Tourism Centre (MaTiC) yang berada di Jalan Ampang berdekatan dengan Petronas Twin Tower. MaTiC merupakan pusat informasi bagi wisatawan selama berkunjung ke Malaysia. Ditempat ini juga disediakan berbagai oleh-oleh khas Malaysia, seperti coklat, T Shirt, merchandise, dll.

Setelah mengikuti briefing tentang pelaksanaan AMBTH 2015, masing-masing partisipan diberikan mobil Proton yang akan digunakan untuk menyusuri jalanan dan berbagai tempat wisata eksotis di Malaysia. Rute yang kami ikuti kali ini adalah Kuala Lumpur – Malacca. Saya dan Yuha kebagian mobil city car Proton Iriz berwarna hitam. Masing-masing mobil ditempel stiker bendera negara sebagai penanda.

Saya dan Yuha didepan mobil Proton Iriz berwarna hitam bernomor 14

Setelah pembagian mobil dan penempelan stiker usai, kami kembali ke Hotel untuk bersiap pada malam harinya menuju Dataran Merdeka, untuk menyaksikan launching “Citrawarna”, yang menampilan berbagai performance seni dan musik, semacam pesta rakyat yang digelar meriah dan dibanjiri oleh ribuan warga Kuala Lumpur.

Event spektakuler “Citrawarna” menampilkan penampilan yang memadukan unsur Budaya, Alam, dan Masa Depan; dan ditutup dengan kemeriahan pesta kembang api yang menyinari terang langit malam Kuala Lumpur.

Pesta Kembang Api di event “Citrawarna”

Hari ketiga : 18 Oktober 2015

Hari ini petualangan seru kami dimulai! Setelah sarapan dan check-out dari Hotel Chorus, kami bersiap menuju MaTiC untuk mengikuti press conference dan seremoni flag-off AMBTHY 2015 yang langsung dilepas oleh Minister of Tourism and Culture Dato’ Seri Nazri Bin Abdul Azis, didampingi oleh Director General of Tourism Malaysia Dato’ MIrza Mohamad Taiyab.

Mobil partisipan Asean Media Bloggers Tourism Hunt 2015

Dengan mengendarai mobil Proton Iriz berwarna hitam bernomor 14, saya menjadi Co-Driver sementara Yuha menjadi Driver. Mengemudi di Malaysia tidak ada perbedaan dengan Indonesia, karena Malaysia juga menerapkan sistem kemudi yang berada di kanan. Konvoi mobil partisipan pun melaju meninggalkan MaTiC menuju Dataran Putra, Putrajaya.

Putrajaya merupakan kawasan yang menjadi pusat Pemerintahan, dimana terdapat kantor Perdana Menteri dan kantor-kantor Kementerian yang ada di Malaysia. Putrajaya bukan hanya menjadi pusat Pemerintahan belaka, namun juga menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi karena disini anda bisa melihat berbagai gedung-gedung megah dengan arsitektur yang mengagumkan.

Saya dan Yuha, bersama Travel Blogger asal Jakarta Farchan dan Hamka, berlatar Kantor PM Malaysia di Putrajaya

Kami sampai di Putrajaya menjelang tengah hari. Disini kami mengikuti tantangan ‘Photo Hunt’ untuk mengumpulkan point. Dalam games ini partisipan harus mencari petunjuk untuk menemukan berbagai icon yang ada di kawasan Putrajaya. Butuh kekompakan team untuk menyelesaikan tantangan ini, dimana kami berhasil menyelesaikan games ini dengan baik.

Tantangan ‘Photo Hunt’ di Putraraja yang harus diselesaikan

Setelah menyelesaikan tantangan ‘Photo Hunt’ di Putrajaya, kami melanjutkan perjalanan menuju Port Dickson yang ada di Negeri Sembilan. Melewati jalan tol Seremban, konvoi mobil peserta AMBTH 2015 berjalan beriringan menembus kabut asap yang menyelimuti jalanan.

Kami melewati jalan tol Seremban dalam kondisi kabut asap menyelimuti

Kami tiba di Port Dickson lepas tengah hari, dan mengunjungi Muzium Tentera Darat. Disini para partisipan diwajibkan untuk berdandan ala militer dengan memakai riasan wajah yang biasa digunakan sebagai penyamaran saat berperang, dan harus menyelesaikan tantangan berupa menjawab soalan yang jawabannya dapat ditemukan dengan mengeksplorasi Museum. Di Muzium Tentera Darat, kita bisa mengetahui sejarah Malaysia mulai zaman pra kolonial, zaman penjajahan, hingga akhirnya Malaysia memperoleh kemerdekaan dan menjadi negara yang berdaulat.

Sebuah pesawat tempur tua di Muzium Tentera Darat Port Dickson

 

Partisipan AMBTH 2015 di Muzium Tentera Darat Port Dickson

Setelah menyelesaikan tantangan di Muzium Tentera Darat, kami lantas menuju The Grand Beach Resort Hotel Port Dickson untuk beristirahat sejenak melepas lelah. Dengan wajah masih cemong-cemong karena riasan ala tentara, kami disambut ramah oleh manajemen hotel yang menyediakan handuk untuk membersihkan wajah.

Sesuai namanya, hotel ini tepat berada di bibir pantai yang indah. Dan you know what, arsitektur The Grand Beach Resort Hotel mengingatkan kita akan Sumatera Barat dengan ciri khas bangunan bertanduk kerbau di ujung-ujung atapnya. Ya karena memang hotel ini dimiliki oleh orang Minangkabau. Memang di Negeri Sembilan sendiri banyak berdiam etnis Minagkabau yang telah hijrah ke Malaysia.

Grand Beach Resort Hotel Port Dickson

Malamnya, kami dijamu dengan Welcome Dinner di area kolam renang hotel. Berbagai hidangan lezat disajikan plus hiburan yang disediakan panitia dan pihak hotel. Partisipan pun saling bersilaturahmi satu sama lain. Dengan bahasa yang berbeda masing-masing negara partisipan, komunikasi masih bisa terjalin menggunakan bahasa Inggris.

Pool Party

Kemeriahaan acara ‘pool party’ malam itu seolah tak berakhir, apalagi panitia membagikan lucky draw bagi peserta yang beruntung. Acara baru berakhir pada larut malam, dan ketika kembali ke kamar hotel kami diberikan surprise berupa sekaleng cokelat yang ditaruh ditempat tidur!.

Surprise berupa coklat dalam kaleng!

Baca artikel selanjutnya : Serunya Menyusuri Malaysia Dari Kuala Lumpur Hingga Malacca (Bagian 2)

Komentar Via Facebook