Home » TRAVELING » Sensasi Berbuka Puasa Di Atas Langit

Sensasi Berbuka Puasa Di Atas Langit

Sabtu, 11 Agustus 2012 – Saya melakukan perjalanan udara menggunakan pesawat terbang dari Jakarta menuju Medan, rute yang sudah sangat sering saya terbangi. Namun kali ini penerbangan ini menjadi istimewa bagi saya karena untuk pertama kalinya dalam seumur hidup saya berbuka puasa diatas pesawat ketika sedang mengudara jauh tinggi di langit. Pada saat hari itu masih dalam bulan Ramadhan 1433 H.

Hari itu, kebetulan saya tidak langsung berangkat dari Jakarta, melainkan dari Bandung. Jadilah pada hari itu saya sahur di Bandung, yang waktu imsaknya sekitar pukul  04.31 WIB. Sekitar pukul 10.30 WIB saya melanjutkan perjalanan dari Bandung ke Jakarta menggunakan travel, langsung menuju Bandara Soetta.

Setelah menunggu boarding selama hampir 2 jam, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA192 dari Jakarta tujuan Medan yang saya tumpangi take-off dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sekitar pukul 17.15 WIB.

Saat berada di udara, saya melihat matahari mulai terbenam. Sementara jam menunjukkan pukul 18.15 WIB. Karena tidak tahu saat itu sedang berada diatas wilayah mana (perkiraan saya diatas Bengkulu atau Palembang) maka saya berijtihad sudah tiba waktu berbuka puasa. Beberapa saat sebelumnya pramugari sudah membagikan makanan diatas pesawat jadi tinggal santap saja.

Ada kejadian lucu saat pramugari membagikan makanan kepada penumpang, kebetulan saya duduk di kursi paling belakang sebelah kanan dekat jendela, dan disebelah saya duduk seorang penumpang laki-laki parlente kelihatannya warga keturunan tionghoa.

Dia sempat menanyakan kepada saya apakah saya berpuasa? Saya jawab, “Iya.. saya sedang berpuasa”, mendengar jawaban saya ia yang semula hendak membuka makanan dalam kotak yang dibagikan pramugari tadi malah tidak jadi makan. Saya tersenyum dalam hati, padahal ya gak masalah juga kalau ia makan.

Dari beberapa pesawat yang pernah saya naiki, Garuda emang rata-rata penumpangnya lebih sopan dan beradab ketimbang penumpang pesawat lain, katakanlah Lion Air, Air Asia, atau Mandala. Kalau yang lain cenderung grasa grusu dan gak memperdulikan sekitar, mungkin juga karena pengaruh harga tiketnya yang lebih mahal kali yeee… hehehehe…

Ketika saya memutuskan untuk berbuka puasa karena melihat dari jendela matahari telah terbenam, eh si penumpang di sebelah saya tadi ikut makan juga. Mungkin tadi ia gak enak makan duluan karena saya sedang berpuasa. Penumpang di barisan kursi sebelah saya pun kelihatan mulai menyantap makanan mereka.

Ada dua menu yang ditawarkan pramugrari; Lontong Opor Ayam atau Nasi Semur Daging. Saya memilih Nasi Semur Daging, plus teh manis panas. Ya kalau naik Garuda emang dapat makanan, beda dengan naik pesawat murah lain yang dapat senyum pramugarinya aja pun tidak. Saya menyantap hidangan berbuka sambil menonton film di layar depan kursi saya.

Selang 10 menit kemudian, sekitar pukul 18.25 WIB pilot mengumumkan bahwa penumpang yang berpuasa sudah tiba saat berbuka puasa. Mungkin pilot udah ngintip matahari juga, walau saya kecepatan 10 menit tapi yang penting niat puasanya insya Allah sampai… 🙂

Setelah berbuka melepas lapar dan dahaga, saya tak lupa menunaikan sholat maghrib diatas pesawat tentunya. Ambil wudhu ke toilet, lalu duduk manis sholat secara duduk sambil sesekali lupa bacaan sholat disebabkan terkejut karena pesawat turbulensi, hehehe…

Sekitar pukul 19.15 WIB pesawat pun mendarat dengan selamat di bandara internasional Polonia, Medan. Entah Ramadhan kapan lagi saya merasakan asyiknya berbuka puasa diatas langit, insya allah jika umur panjang di Ramadhan tahun depan. (/@agoezperdana-2012)

Komentar Via Facebook

One thought on “Sensasi Berbuka Puasa Di Atas Langit

  1. Bungzhu Zyraith berkata:

    yakk… tahun lalu saya mengalaminya. naik lion air. ya dapatnya cuma roti sepotong sama aqua gelaslah. tapi Alhamdulillah maish dpt perhatian walau sekecil itu. Untuk penumpang, lebih alhamdulillahnya lagi masih sama2 puasa semua. hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website