Home » TRAVELING » Pengalaman Pertama Naik Pesawat Terbang

Pengalaman Pertama Naik Pesawat Terbang

Pesawat Mandala type Lockheed L-188A Electra dengan mesin berbaling-baling empat.

Pesawat Mandala type Lockheed L-188A Electra dengan mesin berbaling-baling empat.

Masih ingat kapan pertama kali naik pesawat? Nah, kali ini saya akan mencoba menceritakan pengalaman pertama kali naik pesawat. Tepatnya tahun 1990, ketika itu saya masih berusia 10 tahun ya kira-kira kelas 5 SD lahh..

Penerbangan perdana saya ketika itu, dengan rute Jakarta – Medan, dalam rangka pulang liburan dari Bandung. Pesawatnya Mandala, dengan mesin berbaling-baling empat. Type pesawatnya Lockheed L-188A Electra. Zaman itu, baru Garuda saja yang menggunakan pesawat bermesin jet type McDonnell Douglas DC-9 yang harga tiketnya selangit. Kala itu gak ada tuh tiket promo seperti sekarang, apalagi kursi gratis, hehehe..

Berangkat dari Bandara Cengkareng ~ Jakarta; ketika masuk kedalam pesawat sekilas takjub karena itulah seumur hidup baru pertama kali naik pesawat.. ndeso! Saya duduk dekat jendela, pesawat Mandala zaman itu gak setiap kursi ada jendelanya; beda sama pesawat sekarang. Di dalam pesawat terasa agak panas, pas mau menyalakan AC.. Ternyata AC-nya gak berfungsi, dan sempat ngeliat ada kecoa keluar dari tempat lubang ventilasi AC-nya! Alamak!

Akhirnya baling-baling pesawat pun mulai menderu, dengan bunyi yang sangat memekakkan telinga. Pesawat pun mengudara. Selama penerbangan, saya harus menahan jantung deg-degan karena turbulensi sedikit saja pesawat langsung goyang. Jadilah selama penerbangan Jakarta – Medan, perut terasa seperti dikocok-kocok karena pesawat terbang agak sedikit tidak stabil. Mungkin karena pengaruh baling-balingnya. Terasa seperti naik pesawat capung saja.

Penerbangan Jakarta – Medan, ketika itu ditempuh dalam waktu hampir 3 jam. Kalau sekarang sih, dengan pesawat yang lebih modern cuma butuh jarak tempuh 2 jam saja. Setelah merasakan terguncang-guncang akhirnya pramugari mengumukan bahwa pesawat akan segera mendarat di bandara Polonia, Medan.

Dengan menahan perut yang mules dan terasa mau muntah, saya berdoa semoga pesawat ini bisa mendarat dengan selamat. Dan.. perlahan pesawat Mandala menyentuh landasan pacu bandara polonia. Tiba kembali dengan selamat di kota kelahiran tercinta.

Sejak naik pesawat Mandala berbaling-baling itu, saya hamper tak pernah lagi naik pesawat Mandala karena lebih memilih maskapai lain saja, hehehe.. Apalagi belakangan ada peristiwa pesawat Mandala yang jatuh ketika akan lepas landas dari bandara Polonia, yang menewaskan Gubernur Sumatera Utara kala itu, Tengku Rizal Nurdin. Saya pun makin ogah naik Mandala.

Baru belakangan ketika Mandala diakuisisi Tiger Airways, yang mengoperasikan pesawat baru Airbus A320 saya baru kembali berani naik Mandala di tahun 2012, kembali dengan rute yang sama Jakarta – Medan. (/@agoezperdana-2013)

Pesawat baru Mandala, type Airbus A320

Akhirnya terbang lagi dengan Mandala 🙂

Komentar Via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website