Home » OPINI » Neraka Di Jalanan Kota Medan

Neraka Di Jalanan Kota Medan

jalanan-medan

Selayaknya kota besar yang padat, lalu lintas kota Medan memang selalu dipadati oleh bermacam kendaraan. Mulai sedan mewah, mobil sport, mobil keluarga, sepeda motor, hingga angkot dan becak. Tumpah ruah memenuhi jalanan kota Medan yang lebih banyak berlubang daripada yang mulus.

Kata teman saya, berkendara di kota Medan seperti berkendara di neraka. Pengguna jalan ugal-ugalan seenak udel jamak ditemui di seluruh pelosok jalan di kota Medan. Mulai menerobos jalan atau persimpangan di traffic light, nyalip seenaknya, sampe belok tiba-tiba tanpa memberi aba-aba lampu tangan.

Saya mengumpamakan berkendara di jalanan kota Medan, layaknya bermain video game. Dimana kita harus bisa berkendara mencapai tujuan dengan selamat, dengan melewati jalan yang pastinya padat kendaraan.

Angkot dan Becak Motor, menjadi ranjau yang siap menjegal langkah anda berkendara. Karena biasanya mereka suka berhenti atau membelok secara mendadak kalau ada penumpang yang menyetop di pinggir jalan. Mereka tak akan perduli menghalangi jalan anda, walaupun anda mengklakson hingga klakson anda capek sendiri berteriak-teriak. Makin anda klakson, maka mereka akan makin sengaja berlama-lama berhenti di tengah jalan sambil berseru, “kalau mau cepat lewat atas kau!” *sigh*

Saya sendiri ketika bersepeda motor beberapa kali terjatuh. Ada yang terjatuh karena menabrak motor lain yang tiba-tiba membelok tanpa menghidupkan lampu tangan. Hingga motor yang tiba-tiba dengan kecepatan tinggi masuk dari gang jalan ke jalan raya, dan saya tak sempat mengerem. Atau motor yang nyalip dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan hingga melewati marka jalan yang tidak ada pulau jalannya, dan menyenggol spion motor saya hingga pecah.

Nah, perkara lampu merah pun anda harus sabar-sabar. Mungkin anda termasuk yang taat peraturan dan berhenti di belakang zebra cross dengan manis saat lampu traffic light berwarna merah. Jangan heran, jika anda justru di klakson dari belakang dan anda disuruh maju sikit. *what?!*

Yang harus anda perhatikan betul adalah orang yang suka tiba–tiba menyebrang jalan tanpa liat kanan-kiri, juga jamak ditemui di jalanan kota Medan. Kadang kucing dan anjing pun suka nyelonong nyebrang jalan tanpa bilang-bilang. Kalau pun terpaksa menabrak mereka karena tak sempat mengerem, jangan kalah mop.. Bentaklah orang, kucing, atau anjing itu dan katakan, “woii.. mau mati kau ya!” setelah itu langsung tancap gas.

Ya itulah realita yang terjadi di Medan. Anda yang jadi korban, malah anda yang disalahkan. Saya pun tak tau salahnya dimana, dimana yang nabrak justru petenteng-petenteng dan gak berasa bersalah. paling sering oknum pelakunya adalah supir angkot. Itulah, hukum rimba tanpa sadar berlaku di jalanan kota Medan.

Di persimpangan, waspadai betul sekitar anda; karena akan ada saja orang yang gak konsisten mau terus atau belok, terus.. belok.. hingga memutuskan belok dan siap-siaplah anda kesenggol. Atau justru yang malah menggeber gas dan melanggar lampu merah. Sabar dan waspada adalah sikap yang harus diterapkan saat berkendara di jalanan kota Medan, kalau anda yang termasuk punya penyakit darah tinggi sebaiknya jangan bawa kendaraan di kota Medan. (/@agoezperdana-2013)

Komentar Via Facebook

One thought on “Neraka Di Jalanan Kota Medan

  1. Ehwansah Jailani berkata:

    jangankan di medan bang. di kota kisaran kabupaten asahan aja.. macam neraka juga.. yang naek motor aja super kencang….
    dan bulan ini aja selalu ada razia bang kota saya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website