Home » JOURNALIST ACADEMY » Menulis Feature

Menulis Feature

FEATURE adalah salah satu karya jurnalistik, yang menggabungkan antara News (Berita) dengan Views (Opini), bisa berupa berita atau karangan. Feature tidak mengutamakan ‘kebaruan’ seperti news, tetapi kedalaman dan efeknya yang menggugah minat orang sekaligus memberi informasi yang lebih tajam.

Dalam penggarapannya, feature kebanyakan berbentuk struktur ‘Piramida’, bukan Piramida terbalik seperti news. Feature biasanya kuat dari sisi ‘human interest’ atau human touchnya, dibuat untuk mendukung news atau laporan tambahan yang menambah wawasan. Feature adalah tempat dimana jurnalis bisa mengendalikan fakta sesuai dengan alur yang ingin ia sampaikan; bahkan ia bisa menyampaikan opininya.

Perbedaan Feature Televisi, Radio, Cetak, Online :

a. TV: ada gambar, ada suara, mudah dipahami

b. Cetak/Online : kata-kata tak terbatas ruang

c. Radio : hanya bisa mendeskripsikan sesuatu dengan kata, dibantu suara atau sound effect, itupun sangat terbatas

Persentase penyerapan informasi feature rata-rata audiens dari masing-masing media : TV s/d 80% ~ Cetak/Online s/d 70% ~ Radio s/d 11%

Ada 5 (lima) prinsip feature :

1. Kreatifitas

2. Subjektifitas

3. Informatif

4. Menghibur

5. Timeless

Berita yang masuk kategori feature :

  1. Human Interest
  2. Sidebar/berita hari kedua,
  3. Berita Feature,
  4. Berita latar belakang,
  5. Berita berwarna

Jenis-jenis Feature secara umum :

a. Problematik

b. Situasional

c. Profil

d. Sejarah/Dokumenter

e. Hibrid/Catatan Harian

Jenis Feature berdasarkan durasi & kedalaman :

  1. Feature Spot
  2. Paket Berita
  3. Instant Feature
  4. Mini Feature
  5. Long Feature
  6. Dokumenter
  7. Audio Diary

Elemen Feature :

  1. Musik/Lagu
  2. Puisi
  3. Dialog
  4. Clip Wawancara
  5. Vox Pops
  6. Mini Drama
  7. Sound/Visual Effect
  8. Stand Up, As Live

Struktur Feature tiga babak :

Awal » Pengenalan masalah/tokoh

Tengah » Kronologis,Urutan Waktu, 5W+1H, Konflik, Klimaks

Akhir » Penutup

Selain itu ada struktur Elipsis, yang membahas masalah dari berbagai angle, kelemahannya orang harus terus menyimak jika tidak ingin kehilangan ‘benang merah’.

Berikut kita akan bahas tahapan pembuatan feature :

a. Mencari/mengembangkan ide

b. Riset

c. Menentukan angle

d. Menyusun hipotesis

e. Menentukan Narsum

f. Menentukan struktur

g. Menghubungi Narasumber

h. Mengumpulkan hasil liputan lapangan

i. Mengedit hasil liputan

j. Menulis cue/link

k. Membuat sound/visual effect

l. Mixing/Editing

m. Finishing

Kemudian buatlah form perencanaan sebelum membuat feature, yang meliputi :

  1. Jenis Feature
  2. Judul
  3. Angle
  4. Durasi
  5. Informasi
  6. Perumusan Masalah
  7. Pertanyaan Utama
  8. Narasumber terkait
  9. Sound/Visual Effect pendukung
  10. As Live/Stand Up/Vox Pops yang dipakai
  11. Referensi

Dalam menulis feature, CUE menjadi hal yang sangat penting karena berfungsi menghantarkan laporan si Jurnalis/Reporter. CUE, sering disebut juga Lead, atau Aline Pembuka (pada media cetak/online), untuk mengarahkan orang menuju cerita atau laporan yang akan disampaikan. Buatlah CUE/Lead semenarik mungkin! Susunan bisa seperti : Apa yang jadi berita? Mengapa berita itu penting? Mengapa orang harus menyimak? Dsb.

Tuliskan kata-kata anda dengan kalimat-kalimat yang pendek. Menggunakam ‘Jurnalisme Sastrawi’ boleh secukupnya tapi tidak mutlak harus ada. Awali script feature dengan kalimat menarik, dan akhiri dengan sebuah penutup yang meninggalkan pesan yang menguatkan cerita anda. Gunakan foto, sound/visual effect yang mendukung cerita dari feature yg anda buat. Ilustrasi bisa digunakan jika tidak dapat scene asli saat peristiwa terjadi. Walau begitu, sebaiknya saat meliput cerita feature anda, semua foto, sound/visual effect semuanya harus asli, jangan direkayasa!

Penting, dalam feature yang anda buat harus ada emosi, paling tidak bisa menggugah dan menarik perhatian orang atas sesuatu peristiwa yang terjadi. Salah satu contoh, feature ‘SNIPER’ karya Stephen Schwartz adalah sebuah feature radio tentang perang Serbia-Bosnia yang berdurasi sekitar 45 menit. Schwartz mampu menampilkan ambiens perang sesungguhnya, bahkan ketika featurenya di putar di theatre, kita terasa sedang menonton sebuah film!

Banyak juga diadakan lomba karya jurnalistik dalam pembuatan feature dengan berbagai topik. hadiahnya juga lumayan dan jadi prestasi tersendiri juga portfolio. Jadi ayo mulai membuat feature! Gak susah koq, yang penting ada niat untuk mencoba dan belajar! (/@agoezperdana-2012)

Komentar Via Facebook

One thought on “Menulis Feature

  1. ananta bangun berkata:

    bila kam berkenan bolehkah kam sisipkan linkt tulisan feature kam dalam artikel ini, pal. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website