Home » COMMUNICATION ACADEMY » Menjadi Pembicara Yang Baik

Menjadi Pembicara Yang Baik

Berbicara di depan orang banyak adalah suatu pekerjaan yang ‘unique’ dan tidak semua orang bisa melakukannya. Hambatan utama ketika berbicara di depan orang banyak/kelas biasanya faktor gugup dan grogi. Istilah kerennya ‘DePe=Demam Panggung’.

Selain itu faktor canggung, karena semua mata menatap kepada anda biasanya membuat diri merasa ‘kikuk’ karena terus diperhatikan. Hambatan-hambatan seperti grogi, gugup, canggung bisa diatasi dengan latihan dan persiapan yang baik. Berlatih di depan cermin bisa membantu tingkatkan rasa Percaya Diri, yang merupakan faktor utama yang mutlak anda perlukan ketika didaulat naik keatas panggung untuk berbicara ataupun mengajar.

Setelah bisa menguasai diri diatas panggung, maka selanjutnya kuasai microphone dan nada suara anda. Jangan sampai gemetar ketika memegang Mic. Pastikan suara anda lantang dan bisa didengar dengan jelas oleh peserta yang duduk di bangku paling belakang. Perhatikan intonasi dan ekspresi.

Suara yang terlalu pelan akan membuat peserta mengantuk, pun suara yang terlalu keras akan membuat telinga peserta sakit. Bersuaralah secara wajar. Perhatikan cara berpakaian anda, karena penampilan menjadi salah satu minat peserta untuk mau mendengarkan apa yang anda sampaikan.

Berpenampilanlah secara menarik namun tetap wajar jangan juga berlebihan. Usahakan jangan terlalu sering memunggungi peserta. Sebaiknya sebelum mulai berbicara di depan orang banyak, datanglah lebih awal untuk melihat kondisi ruangan; hal itu akan membuat anda merasa nyaman dan tidak merasa asing dengan ruangan tersebut.

Selanjutnya ‘Presentasi’ anda adalah hal penting yang perlu disiapkan. Sebaiknya dalam format PowerPoint. Jauh-jauh hari sebelum acara, mintalah ‘TOR’ kepada panitia, agar anda tahu apa yang harus anda persiapkan & sampaikan dalam presentasi anda. Jangan biasakan membuat Presentasi dengan ‘Sistem Kebut Semalam/SKS’ – besok acara, malam ini anda sibuk begadang mengerjakannya.

Efek buruk dari begadang semalaman menyiapkan Presentasi adalah, besok ketika acara anda malah ngantuk dan tidak fit! Pastikan malam sebelum acara, anda cukup istirahat. Dengan tubuh yang segar dan fit akan membuat anda bersemangat dan tidak loyo ketika berbicara.

Isi Presentasi anda harus ringkas, runtut, jangan terlalu banyak teks – namun padat. Sisipkan file multimedia (foto/video) secukupnya. Tanyakan kepada panitia, berapa lama waktu diberikan kepada anda untuk berbicara. Patuhi waktu tersebut. Selain itu slide presentasi jangan terlalu banyak.

Sebaiknya ketika berbicara, anda sendirilah yang mengatur ‘perpindahan slide’ agar bisa menyesuaikan ritme lama berbicara anda dengan slide yang ada. Jika ada, gunakan ‘Pointers Wireless’ utk perpindahan slide, akan membuat anda lebih nyaman dan bebas bergerak. Jika tidak ada ‘Pointers Wireless’ maka berarti anda harus berdiri di dekat laptop presentasi untuk perpindahan slide secara ‘manual’

Jangan gunakan font-font aneh yang susah dibaca dalam slide anda. Gunakan font yang jelas dan mudah dibaca, bahkan oleh peserta yang berada paling belakang. Pun, jangan gunakan background slide presentasi dengan warna-warna norak yang membuat ‘mata sakit’ ~ Gunakan background putih dengan sedikit bingkai.

Jangan terlalu banyak menampilkan angka/grafik yang ‘njelimet’ dalam slide anda. Karena mata peserta tak akan mampu mentoleransinya. Sebisa mungkin, libatkan peserta dalam presentasi anda. Hal itu akan membuat mereka bersemangat mengikuti slide demi slide yang anda jelaskan.

Body language juga hal yang sangat penting! Bergerak, bersikap, ekspresif, tersenyum harus anda lakukan agar Presentasi anda tidak monoton dan membosankan. Jangan terlalu banyak membuat efek-efek animasi dan suara yang berlebihan dalam slide Presentasi anda. Bukannya keren, malah akan jadi mengganggu!

Berbicaralah dalam speed yang wajar, tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat! Mainkan intonasi suara anda secara wajar! Bagi pembicara pemula, untuk mengurangi gugup & grogi anda dapat memandang ke depan secara datar, tidak langsung ke mata peserta. Lakukan eye contact secara perlahan dengan peserta jika anda sudah jauh lebih PeDe!

Apapun mood anda saat itu, jangan bawakan saat Presentasi! Mau lagi berantem sama pacar/pasangan, terlilit masalah, dsb. Jika ketika anda sedang berbicara, peserta mulai keliatan bosan atau ngantuk, break lah sebentar. Buat games-games untuk penyemangat.

Dalam membuat bahan presentasi, anda bisa memanfaatkan internet, buku, bahkan pengalaman-pengalaman anda dalam suatu bidang. Sharing experience is a good knowledge. Semakin pakar anda dalam sebuah bidang, semakin banyak hal yang bisa anda bagikan.

Siapkan diri anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta seusai presentasi. Biasanya ada 3 type peserta yang bertanya: Bertanya karena tidak tahu, Bertanya karena ingin ngetest anda, Bertanya karena ingin membandingkan.

Seusai presentasi, sebaiknya  jangan langsung menghilang dibalik panggung. Usahakan lakukan interaksi dengan peserta. Bangunlah networking & empati. (*/@agoezperdana-2012)

Komentar Via Facebook

2 thoughts on “Menjadi Pembicara Yang Baik

  1. Dinneno berkata:

    Kalau ada yang beratanya untuk sekedar membandingkan, apakah perlu kita berdebat dengan si penanya atau bagaimana, Bang?

    1. agoezperdana berkata:

      @dinneno : pada prinsipnya tdk akan ada yg kalah atau menang dlm sebuah perdebatan, memang seringkali dalam kelas2 dmana saya menyampaikan materi akan selalu ada peserta yg pertanyaannya ‘mengarah’ ke sebuah perdebatan. Biasanya saya tdk akan memaksa peserta tsb utk ‘memakai’ pendapat saya, krn yg saya bagikan sifatnya hanyalah memperkaya pengetahuan, dan kita jg tdk perlu menyalahkan pendapat peserta tsb. Kembalikan lg persoalannya kpd ybs, mana yg akan dipakainya sbg ‘pendapat’ kira2 begitu yaaa.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website