Home » OPINI » Meningkatkan Profesionalitas Jurnalis Dengan Kompetensi

Meningkatkan Profesionalitas Jurnalis Dengan Kompetensi

uji-kompetensi-wartawan-ilustrasi

Profesionalitas adalah sebuah kata yang pada saat sekarang ini cukup berat untuk diterapkan di dunia jurnalistik. Ada beberapa hambatan-hambatan yang membuat hal itu terjadi. Misalnya seorang jurnalis yang bekerja di sebuah media kecil dengan segala keterbatasan modal dan teknologi.

Banyak para kontributor mengeluh ketika bekerja menjalankan tugas jurnalistik, karena mereka harus menyediakan sendiri peralatan liputan akibat media mereka tak memberikan fasilitas alat liputan yang memadai; misalnya kamera (handycam), kamera (foto) atau recorder. Peralatan-peralatan ini tentunya berharga mahal.

Di sisi lain, kesejahteraan pun tak kunjung di dapat. Tentunya dengan alasan klise, perusahaan media tempat mereka bekerja tak sanggup memberikan upah yang layak. Kondisi ini terkadang menjadi penggoda bagi para jurnalis untuk menerima pemberian, sogokan, amplop. Kurangnya gaji, sering menjadi alasan seorang jurnalis untuk ‘ngamplop’.

Memang ada segelintir pihak, yang memanfaatkan profesi jurnalis untuk keuntungan diri sendiri. Memanfaatkan media mereka untuk mengancam hingga memeras. Dengan bermodal kartu pers mereka mendatangi pihak-pihak tertentu dengan membawa proposal dengan sedikit memaksa meminta sesuatu.

Kalau sudah begini tentunya independensi pun tergadai, karena cenderung berita yang mereka tulis akan bias sesuai dengan kepentingan objek pemberitaan yang memberikan “sesuatu” kepada mereka. Banyak juga kasus dimana para jurnalis cetak, selain menjalankan tugas liputan; mereka juga harus menjual koran dari media tempat mereka bekerja. Ini tentu sesuatu yang sepatutnya tidak menjadi tugas seorang jurnalis.

Praktik-praktik seperti ini, tentunya tak perlu terjadi jika jurnalis yang bersangkutan mampu untuk meraih kesejahteraan dengan cara-cara yang tidak melanggar kode etik. Beberapa langkah yang bisa ditempuh, misalnya dengan terus memperbaiki kompetensi diri. Peningkatan karir adalah salah satu efek positif dari kompetensi yang semakin baik dimiliki oleh seorang jurnalis.

Dengan kompetensi yang dimiliki, para jurnalis dapat memilih bekerja di perusahaan media yang lebih baik dalam memberikan kesejahteraan. Seorang reporter lapangan, dapat naik menjadi koordinator liputan. Seorang koordinator liputan dapat naik menjadi redaktur. Dari redaktur menjadi seorang redaktur pelaksana, bahkan bisa menjadi seorang pemimpin redaksi.

Dengan jaringan luas yang dimiliki, seorang jurnalis dapat memperoleh informasi lowongan sebuah perusahaan media yang lebih baik, dari media lama tempatnya bekerja. Saat anda telah bekerja di perusahaan media yang bekerja profesional dalam segala hal, termasuk memegang teguh kode etik jurnalistik dan dapat memberikan kesejahteraan yang baik bagi jurnalisnya; itulah saat dimana anda benar-benar dapat bekerja secara profesional tanpa mengorbankan independensi anda!.

Profesi jurnalis adalah sebuah profesi terhormat yang tidak seharusnya digadaikan hanya karena amplop dan semacamnya. Jika anda menjalankan tugas-tugas jurnalistik tanpa memegang kode etik jurnalistik, itu sama saja anda dikatakan tidak profesional. Profesionalitas diperoleh dengan terus menerus memperbaiki kekurangan dalam diri, meningkatkan kompetensi termasuk bekerja dengan cara-cara yang tidak membuat independensi anda hilang.

Seorang jurnalis juga dapat mencari pemasukan tambahan dengan kompetensi yang ia miliki, misalnya seperti yang saya lakukan ~ menjadi seorang web designer; pekerjaan ini bisa dilakukan sebagai sampingan tugas sebagai jurnalis. Bisa dilakukan di sela tidak sedang bertugas meliput. Pemasukan dari pekerjaan sampingan ini juga cukup lumayan dan tidak melanggar kode etik jurnalistik. (/@agoezperdana-2013)

Komentar Via Facebook

One thought on “Meningkatkan Profesionalitas Jurnalis Dengan Kompetensi

  1. Nich berkata:

    Woo.. jangankan yang jurnalis, bang. Banyak juga yang nyiyirin blogger yang dapat undangan untuk ngeliput acara ini-itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website