Home » FIKSI » Kisah Harimau Yang Baik Hati

Kisah Harimau Yang Baik Hati

tiger

Suatu malam, seorang gadis kecil tersesat ketika bermain di sebuah hutan. Langit malam mulai menghitam, suara-suara binatang malam terdengar dimana-mana. Burung hantu pun berkukuk, bersahutan. Gadis kecil itu kebingungan mencari jalan pulang, dan ia menangis. Tapi tak satu makhluk hutan pun memperdulikan tangis-nya.

Tiba-tiba, dari arah semak-semak yang rimbun, terdengar sebuah suara. Tangis gadis kecil itu semakin menjadi karena ketakutan. Sekelebat kemudian, suara dari semak-semak itu semakin keras. Suara menggeram. Dan sejurus kemudian, sesosok harimau telah muncul di hadapan gadis kecil itu. Si gadis gemetar, dan matanya menatap sayu mata sang harimau yang seolah-olah ingin menerkam-nya bulat-bulat.

Perlahan, harimau itu mendekati si gadis kecil yang sudah pasrah. Tiba-tiba, harimau itu berkata kepada si gadis kecil, “Jangan takut gadis kecil, aku tidak akan memakan-mu… Aku ini harimau yang baik hati, aku tidak makan daging… Apa yang bisa kubantu untuk menghentikan tangis mu ?”

Si gadis kecil tertegun, dan dengan segenap keberanian-nya ia menjawab, “Aku tersesat dan tak tahu jalan pulang ke rumah ku”, ucapnya sambil berusaha menghapus air matanya. Sang harimau kemudian menjawab, “Jangan takut gadis kecil, aku akan mengantar mu ke perkampungan penduduk terdekat…”

Lalu sang harimau dan gadis kecil itu berjalan bersisian, menyusuri gelapnya malam, hingga akhirnya mereka tiba di sebuah perkampungan. Dan si gadis kecil mengenali, kalau itu adalah perkampungan dimana rumahnya berada. Dan sang harimau mengantar anak itu hingga berada di depan rumahnya.

Gadis kecil itu, bersorak riang dan ia memeluk harimau itu seperti hewan peliharaan-nya. Dan sang harimau pun membalas pelukan hangat si gadis kecil. Mereka pun berpisah, sang harimau berjalan menjauh kembali ke hutan di iringi lambaian tangan si gadis kecil.

Di sisi kampung yang lain, beberapa orang peronda kelihatan memperhatikan setiap detail sudut kampung yang mereka jelajahi, kalau-kalau ada hal yang mencurigakan. Tiba-tiba mereka melihat sesosok harimau, sedang berjalan ke arah mereka. Mereka pun bersiaga karena terkesiap dengan kehadiran binatang buas di kampung mereka.

Mereka berusaha mengumpulkan teman dan warga kampung untuk mengepung harimau tersebut. Dalam waktu singkat, harimau itu tak menyadari di sekelilingnya warga kampung telah mengepung dengan membawa obor dan senjata di tangan.

Warga kampung kemudian berusaha menangkap harimau tersebut. Dan sang harimau melawan sejadi-jadinya, mengaum hingga auman-nya menggema di seluruh penjuru kampung. Walau pun si raja hutan biasa membunuh, namun tampaknya ia bukan lawan dari warga kampung yg berjumlah puluhan. Luka sabetan parang, kelewang, golok, membuat kulit loreng sang raja hutan ternoda dengan darah. Dan sang raja hutan tersungkur, tidak mampu melawan. Hingga nafas terakhirnya.

Pagi menjelang, dan warga kampung yang lain gempar karena sesosok bangkai harimau di ujung kampung. Bangkai yang masih bersimbah darah segar. Warga kampung mengelilingi bangkai harimau tersebut, karena penasaran.

Si gadis kecil terbangun karena sekonyong-konyong para tetangganya gaduh dan riuh. Si gadis kecil keluar dan membawa boneka-nya sambil mengucek-ngucek mata-nya. Ia berjalan mengikuti warga kampung menuju ke kerumunan orang yang mengelilingi bangkai harimau. Ia menyelinap, di antara kaki kaki besar orang-orang dewasa hingga ia melihat dengan jelas bangkai harimau tersebut.

Si gadis kecil tertegun sejenak, memperhatikan bangkai harimau itu. Dan ia sangat mengenali sosok harimau itu. Harimau yang telah mengantarnya pulang ketika tadi malam ia tersesat di hutan. Mendadak si gadis kecil menangis sejadi-jadinya, dan memeluk bangkai sang raja hutan yang sudah terdiam, terkapar tanpa suara. Dan warga kampung hanya bisa keheranan melihat tingkah si gadis kecil tersebut. (/@agoezperdana-2010)

Komentar Via Facebook

One thought on “Kisah Harimau Yang Baik Hati

  1. Maivy berkata:

    pertanyaannya siapa sebenarnya yang baik haitnya?sang monyet yang dengan sayangnya memberi susu pada harimau atau harimau nya yang dengan sayang nggak memangsa si monyet? 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website