“Ini Profesiku, Apa Profesimu?”

Bersama siswa SDN 060956 Kampung Nelayan, Kecamatan Medan Labuhan di Kelas Inspirasi Medan

Saya bersama siswa SDN 060956 Kampung Nelayan, Kecamatan Medan Labuhan di Kelas Inspirasi Medan

Seringkali dalam suatu kesempatan tertentu, misalnya saat acara keluarga dan kebetulan bertemu dengan kerabat yang sudah lama tidak bertemu. Biasanya pertanyaan yang suka ditanyakan, antara lain : apa kegiatan sekarang? sudah punya anak berapa? kerja dimana? dsb.

Pun, pertanyaan seperti itu selalu ditanyakan ketika bertemu teman yang sudah lama tidak berjumpa, misalnya tidak sengaja bertemu di jalan atau pada sebuah acara reuni.

Nah, biasanya pertanyaan terakhir ini susah menjawabnya. Terutama menjelaskan kepada orang lain tentang pekerjaan atau profesi kita yang tidak umum. Karena ketika dijelaskan biasanya muncul pertanyaan baru lagi.

Misalnya saya, kebetulan saya memiliki beberapa profesi sekaligus. Sebagai Radio Broadcaster, Jurnalis, Web Designer, dan juga sebagai Pengusaha. Ketika saya menjelaskan bahwa saya bekerja sebagai Radio Broadcaster, maka biasanya akan timbul kembali pertanyaan, “nyiar jam berapa? bisa request lagu?”, sampai disini saya harus kembali menjelaskan bawa saya bukan Penyiar, dulu memang saya mengawali karir di dunia broadcasting sebagai Penyiar Radio, tapi saat ini saya adalah seorang Program Director yang bertugas membuat perencanaan program siaran, mensupervisi pembuatan materi-materi siaran yang disiapkan Produser, membuat jadwal siaran, dll.

Lalu biasanya timbul pertanyaan lagi, “bikin-bikin program komputer gitu juga ya?” Nah, lho itu kan kerjaan Programmer, beda dengan Program Director, hikss..

Atau ketika saya menjelaskan bahwa profesi saya seorang Jurnalis, biasanya timbul pertanyaan, “kalau wartawan kan suka terima amplop gitu ya? biasanya dapat berapa?” Duhh, segitunya stigma jelek wartawan di masyarakat, huhu..

Menjelaskan profesi Web Designer juga susah susah gampang, karena yang ada malah disangka kerja di warnet, karena pekerjaan yang disangka berhubungan dengan website dan internet.

Nah, lain lagi ketika saya menjelaskan bahwa profesi saya sebagai Pengusaha yang memiliki perusahaan sendiri. Pertanyaan yang timbul adalah “ada lowongan kerja gak?”, ampuunnn…

Well, memang terkadang ada profesi tertentu yang agak susah menjelaskannya kepada orang lain, karena biasanya orang hanya mengenal pekerjaan yang umum-umum saja; misalnya PNS, TNI, Polisi, Hakim, Jaksa, Pengacara, Akuntan, Dokter, Insinyur, Arsitek, Perawat, Bidan, dll. Yang tanpa dijelaskan pun, orang lain sudah mengerti apa pekerjaannya.

Atau bagi yang bekerja di perusahaan bonafid, katakanlah Bank, Perusahaan Telekomunikasi, PTPN, Hotel, Lembaga Pemerintahan, mungkin hanya dengan menyebutkan saja nama perusahaan atau instansinya, maka biasanya orang tidak akan bertanya lagi.

Ada beberapa teman saya yang lain, yang juga mengalami kesulitan menjelaskan tentang profesinya kepada orang lain. Misalnya profesinya adalah seorang Digitalpreneur, Social Media Strategist, Digital Events Planner, Copywriter, Web Designer, Programmer, Media Relations, dll.

Saya yakin akan butuh lebih banyak waktu untuk menjelaskan apa sebenarnya profesi-profesi ini, demi sebuah jawaban yang “memuaskan” orang lain. Padahal profesi-profesi yang barangkali tidak umum ini, juga punya potensi penghasilan yang menggiurkan, daripada profesi atau pekerjaan yang lebih mainstream.

Setidaknya, pertanyaan “kamu sekarang kerja dimana?”, bisa diganti menjadi “kamu penghasilannya berapa?”.

Nah, ngomong-ngomong mengenai soal profesi ini; kawan2 dari Kelas Inspirasi Medan punya kegiatan seru, yaitu sehari menjadi guru SD. Dimana akan ada ratusan profesional dari berbagai macam ragam profesi di kota Medan akan berbagi inspirasi kepada murid-murid sekolah dasar tentang apa profesi mereka dengan penjelasan yang mudah dimengerti anak-anak.

Tujuannya sederhana, agar kelak siswa SD tersebut punya banyak pilihan alternatif cita-cita. Tentunya juga menanamkan nilai luhur dalam mencapai cita-cita, yaitu : Kejujuran, Pantang Menyerah, Kerja Keras, dan Kemandirian.

Ratusan relawan inspirator dan dokumentator akan turun ke sejumlah Sekolah Dasar di kota Medan pada tanggal 5 Maret 2015, dengan misi : membangun mimpi dan memberi inspirasi untuk anak Indonesia. (/@agoezperdana-2015)

Komentar Via Facebook